Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perubahan Official Web Sekolah dari Blogger ke Sch.id

Alhamdulillah, puji syukur kembali kita haturkan kepada Allah SWT, atas limpahan nikmat yang diberikan-Nya kepada kita semua. Pengingat akan syukur senantiasa kita ulangi karena pada hakikatnya kita gampang lupa akan kenikmatan yang telah kita miliki dan lebih mengingat-ingat terhadap musibah dan hal yang kurang mengenakkan yang lainnya. Sholawat dan salam tercurah kepada Rasulullah SAW, insan terbaik.

Tulisan ini penulis buat berdasarkan keinginan yang timbul ketika melihat kalender-kalender, kop-kop surat, papan-papan nama dari sekolah-sekolah yang belum mencantumkan alamat website sekolah. Atau meski pun telah mencantumkan tetapi baru alamat blog yang terkesan 'seadanya'. Pada zaman berkembangnya teknologi ini akan sangat baik jika sekolah juga membuat sarana publikasi sekolah yang salah satunya dengan media website. Jika sekolah mempunyai website, maka akan memudahkan pihak lain untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan sekolah tersebut. Pihak lain tersebut contohnya adalah calon siswa/ calon orangtua siswa yang hendak mendaftarkan putra/putrinya ke sekolah tersebut. Selain itu pihak lain seperti dinas pendidikan, organisasi pendidikan, penilik, pengawas dan sebagainya juga dapat mendapatkan informasi akan keadaan sekolah. Alumni-alumni pun jika kangen dengan sekolah maka juga dapat mengakses website sekolah baik sekedar melihat-lihat galeri foto, melihat foto-foto guru, membaca berita tentang kegiatan sekolah, sampai meninggalkan pesan di halaman website sekolah.

Web Sekolah SMP Negeri 3 Bangkalan

Membuat website sekolah ternyata mudah. Contohnya adalah website yang sedang kita kunjungi ini. Website ini berangkat dari sebuah blog. Baik, sebelum kita lanjutkan, kita ingat kembali pengertian website dan pengertian blog. Website adalah sebuah halaman di internet yang berisi informasi-informasi, biasanya bersifat formal, secara teknis dibuat dengan program pembuat website dan umumnya berbayar. Blog adalah sebuah halaman di internet yang berisi informasi, biasanya bersifat non formal atau individu, secara teknis dibuat berdasarkan teknis baku yang disediakan penyedia layanan blog dan umumnya gratis. Setelah mengingat definisi tersebut, melalui tulisan ini penulis menyampaikan hal riil tentang pembuatan website sekolah SMP Negeri 3 Bangkalan. 

Awal mula, website ini dibuat dengan penyedia layanan blog gratis yaitu blogger.com. Sampai saat ini pun penulis dalam mengupdate informasi dan memposting artikel seperti ini masih melalui porta blogger.com. Sehingga website ini pun masih bisa disebut sebagai sebuah blog. Pembaca bisa membuat blog dengan cara yang mudah, simpel, praktis. Yang perlu disiapkan yaitu koneksi internet dan draft bahan tulisan/informasi yang akan dituangkan kedalam blog seperti profil sekolah, sejarah berdirinya sekolah, foto-foto, kegiatan dan sebagainya. Ibarat sebuah wadah dan isinya, blog ini adalah wadahnya sedangkan informasi adalah isinya. Setelah proses pembuatan blog jadi, maka akan mendapatkan alamat blog misalnya www.slbbp-sleman.blogspot.com. Nah, inilah ciri khas sebuah blog, yakni unsur ".blogspot" dalam alamatnya. sekarang akhirnya sekolah mempunyai website sch,id sendiri dengan resmi yaitu https://uptdsmpn3bangkalan.sch.id/

uptdsmpn3bangkalan.sch.id

Mengapa sebaiknya diubah menjadi ".sch.id", padahal kan memakai ".blogspot.com" saja sudah bisa diakses? Hal ini dengan pertimbangan yaitu penggunaan domain "sch.id" menunjukkan bahwa alamat tersebut merupakan sebuah alamat website sekolah resmi. Karena dalam pembuatan website dengan domain "sch.id" menggunakan persyaratan surat permohona penggunaan domain dari kepala sekolah dan juga akta pendirian sekolah. Kalau "blogspot.com" semua orang bisa menggunakannya, apalagi pihak-pihak yang kurang bertanggungjawab. Mungkin pembaca pernah menerima sebuah sms yang mengatasnamakan bank nasional, tetapi pencantuman alamat web nya saja menggunakan penyedia blog gratisan, tentu ini sangat tidak bisa dipercaya. Yang kedua adalah, penggunaan domain "sch.id" menjadikan sekolah lebih percaya diri ketika mencantumkan namanya di papan nama sekolah, kop surat, dan juga ketika men-share informasi melalui media sosial. 

Demikian yang dapat penulis bagi melalui artikel ini. Dengan cara ini kita dapat membuat sebuah website sekolah yang mudah dan murah. Mudah karena bapak dan ibu guru pun bisa membuatnya sekalipun di rumah dan saat istirahat, gampang memposting artikel dan informasi baru. Murah karena kita cukup membayar biaya domain saja yang tidak lebih dari 100 ribu per tahun, sedangkan jika kita membuat website yang berbayar mungkin akan dikenai biaya jutaan rupiah, itu pun setelah website terbangun maka bisa jadi ada sebagian dari kita akan kesulitan mengupdatenya. Jadi, mari kita buat website sekolah kita masing-masing. Salam.